dragon admin Posts : 35 |
Posted 20/08/2007 09:35:39 PM | | JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) dan rupiah pada penutupan perdagangan Senin ini menguat. Hal ini diyakini sebagai dampak meredanya badai krisis kredit perumahan di AS (subprime mortgage).
Menko Perekonomian Boediono di Jakarta, Senin (20/8/2007), juga menilai bahwa reboundnya IHSG dan rupiah sebagai wujud respons positif pasar atas diturunkannya suku bunga pinjaman The Fed (discount rate).
Berikut wawancara wartawan dengan Menko Perekonomian Boediono:
Market rebound yang terjadi hari ini menurut Bapak bagaimana?
Di negara-negara lain juga demikian.
Subprime mortgage yang berakhir?
Kita belum tahu ya, tetapi langkah Fed yang terakhir menurunkan discount rate ini nampaknya direspons pasar yang cukup lumayan. Tapi kita tidak tahu perkembangan selanjutnya bagaimana, kita harapkan negara-negara maju terutama AS melakukan langkah-langkah yang menstabilkan karena kan sumbernya di sana. Kita siap-siap saja tentunya melakukan antisipatif. tetapi akhirnya ada di sana lah.
Jadi kita diam saja ya pak?
Ada rambu-rambunya kita perkuat.
Sekadar diketahui, pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) mulai mereda. IHSG pada perdagangan Senin ini kembali ditutup rebound atau naik 132,949 poin atau 6,97 persen ke posisi 2.041,584.
Rupiah juga ditutup tancap gas 65 poin ke posisi Rp9.390 per USD dibanding penutupan perdagangan akhir pekan lalu yang melayang di level Rp9.445 per USD.
JAKARTA - Pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) mulai mereda. IHSG pada perdagangan Senin (20/8/2007) kembali ditutup rebound atau naik 132,949 poin atau 6,97 persen ke posisi 2.041,584.
Menurut analis saham Henan Putih Rai Ahmadi Triyono, kenaikan ini murni kenaikan oleh indeks global. "IHSG terkerek saham global," kata dia kepada okezone, di Jakarta, Senin (20/8/2007).
Indeks LQ45 naik 29,588 poin atau 7,51 persen ke posisi 423,562 poin. Jakarta Islamic Indeks (JII) naik 25,181 poin atau 7,88 persen ke posisi 344,847, dan Indeks Kompas 100 naik 35,680 poin atau 7,64 persen ke posisi 514,200.
Volume perdagangan di pasar reguler tercatat 4,265 miliar lembar saham, dengan frekuensi 53.908 kali transaksi, senilai Rp4,361 triliun. Saham yang tersentuh transaksi sebanyak 153 jenis saham, 221 menguat, 13 melemah, 9 stagnan.
Saham-saham yang menguat atau top gainer, antara lain PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) naik Rp2.600 ke posisi Rp44.400, PT Timah Tbk (TINS) naik Rp1.400 ke posisi Rp10.600, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik Rp900 ke posisi Rp9.900, PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp750 ke posisi Rp16.200, dan PT Telkom Tbk (TLKM) naik Rp650 ke posisi Rp10.500.
Saham-saham yang terpantau melemah atau top losser, antara lain PT Multi Agro Tbk (FISH) turun Rp260 ke posisi Rp900, PT Agsi Tbk (TMPI) turun Rp170 ke posisi Rp420, PT Alumindo Perkasa Tbk (ALMI) turun Rp70 ke posisi Rp1.480.
Untuk perdagangan Selasa 21 agustus besok, kata Ahmadi, IHSG masih mengikuti pergerakan saham global. "Besok kecenderungannya positif. Meskipun melemah, namun tidak akan hancur seperti beberapa waktu yang lalu," kata.
|