INDOSAT - Jakarta
Dunia perfilman Indonesia kini banyak menuai badai keterkejutan yang luar biasa, pasalnya kini beredar film yang bertajuk tidak biasa (Maaf, saya menghamili istri anda) yang ditengarai banyak menuai badai kontroversi. Diantara lapisan masyarakat yang merasa terganggu dengan adanya film tersebut, yakni sejumlah ormas Islam seperti FPI, MUI, NU, dan kaum Intelektual Batak yang bermarga Simamora, merasa keberatan dengan beredarnya film tersebut yang seolah-olah menggambarkan prilaku para pria bermarga Simamora yang kerap "menghamili istri orang". Begitu juga dengan Ormas Islam yang merasa film ini tidak mendatangkan suatu manfaat, melainkan mendatangkan mudharat. Pasalnya jika ditelisik dari sisi moral bangsa yang terpuruk, banyak dipengaruhi oleh tayangan media elektronik, media cetak, serta pengaruh globalisasi informasi seperti Internet, yang mudah diakses.
Media audio visual seperti tv dan layer lebar, mempunyai pengaruh "Psikologi" langsung terhadap penonton, terutama kaum remaja yang masih labil perkembangan emosi kejiwaannya,karena dipengaruhi oleh derasnya budaya kebarat-baratan, yang Hedonistis (hura-hura) tanpa diimbangi dengan filter budaya,agama dan adat ketimuran.
Tayangan film berjudul "Maaf, saya menghamili Istri anda" tidak memenuhi standar sineas, tidak artistic dari segi penggarapan dan hanya mengejar Sensasi, yang bertujuan keuntungan materi, sehingga faktor tanggung jawab seniman, yakni: Sutradara, pemain, penulis naskah, hingga ke produser. pembuatan film adalah kerja kolektif, proses editing LSF (Lembaga Sensor Film) adalah fihak yang terkait yang turut bertanggung jawab atas beredarnya film tersebut. Himbauan untuk tidak menonton film tersebut tadaklah cukup signifikan merubah warna moral Perfilman Nasional tanpa didukung oleh capabilitas sineas Indonesia yang memiliki tanggung jawab moral.
Sutradara dan actor senior Nasional seperti Arifin C Noor, Teguh Karya, Sumanjaya, Asrul Sani, yang notabene mempunyai kualitas diatas rata-rata tidak pernah membuat Film yang menimbulkan Kontroversi moral di masyarakat bahkan sineas International seperti Steven Spielberg, Ang Lee, Jhon Woo, mereka cukup cerdas mengemas sebuah ceritra Film dengan judul yang puitis, seperti Brokebacak Mountain (pegunungan Brokeback, Ang Lee) meskipun setting cerita tentang penjaga ternak yang terlibat cinta sejenis di pegunungan Brokeback. "judul film asing Brokeback Mountain" yang memenangkan 3 Academy Award salah satunya The best Director (atau pemenang sutradara terbaik) digarap secara apik, artistic, dan puitis untuk ukuran sebuah tontonan.Lalu bandingkanlah dengan judul yang Bombastis "Maaf, saya menghamili istri anda" yang punya interpetasi negative, karena digarap oleh pekerja seni yang punya selera rendah.